Hantu Ini Gagal Takuti Pengunjung

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tidak Sopan Usir Pengamen, Pelanggan Ini Marahi Pemilik Warung

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

MALANGTODAY.NET – Di Kota Malang terdapat sebuah pemakaman umum yang terkenal sangat angker yaitu Makam Pepen. letaknya di Jalan Raya Malang – Kepanjen. Makam tersebut sudah ada sejak jaman dahulu, konon tiap tahunnya sering memakan tumbal, bahkan jalan yang berada di depan makam tersebut sering terjadi kecelakan mistis.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, January 31, 2019

Guru Besar Ekonomi UI: Mental Underdog Masih Terbawa, Impor Dimana-mana


Ilham Musyafa

MALANGTODAY.NET – Guru besar Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Sri Edi Swasono mengatakan, masalah impor yang tak seimbang saat ini akibat mental bangsa Indonesia masih underdog yang terbawa dari budaya kolonial.

Hal itu ia sampaikan langsung pada acara Halaqoh Ekonomi “Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur” yang dihelat hari ini, Kamis (31/01/2019) di Hotel Atria, Malang.

Pada acara yang juga didatangi oleh Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli itu, ia memaparkan bahwa pada zaman kolonial Belanda, masyarakat Indonesia atau yang pada waktu itu, disebut sebagai inlander mempunyai mental “Koeli di Negeri Sendiri”.

“Kita liat dari dulu kita sudah Inlander dan diperlakukan semena-mena di negara sendiri,” ujar pria berusia 78 tahun itu.

Mental tersebut, lanjut dia, masih terbawa hingga sekarang, meskipun sudah merdeka secara konstitutional. Buktinya, ekonomi saat ini masih mengedepankan impor dari negara asing, meskipun menurutnya kebutuhan pangan masih bisa dipenuhi oleh bangsa Indonesia sendiri.

“Coba lihat kita impor garam, padahal masyarakat Madura bisa memenuhi seluruh Indonesia. Tapi masih saja impor,” jelas pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Majelis Luhur Tunawisma tersebut.

Dosen ekonomi syariah itu juga menilai bangsa Indonesia yang masih menurut permainan pasar International dan tak berdaulat di negara sendiri.

“Lah, kenapa itu (impor) terjadi? ya karena kita masih sungkan pada asing. Kita gak berani untuk berdiri gagah di negeri sendiri” tegasnya.

Oleh karena itu, ia berharap, bangsa Indonesia, kedepan mampu berdikari di tanah airnya sendiri dan kembali menerapkan sistim ekonomi kerakyatan yang mengedepankan kepentingan rakyat alih-alih asing.

“Sekarang, kita manut-manut ke asing. Kita maju dan dipuji. Tapi dibalik itu semua ada rakyat yang tidak merdeka secara ekonomi,” jelas pria pengagum Gus Dur itu.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut ia juga mengingatkan bahwa meskipun Indonesia telah merdeka secara konstitusi tapi masih terjajah secara Ekonomi.

“Yang harus kita lakukan saat ini untuk tidak menjadi underdog adalah kita tidak boleh hanya memikirkan strategi untuk produksi pangan untuk rakyat. Tapi bagaimana strategi membuat produksi itu diolah oleh rakyat. Merdeka,” tegasnya didepan peserta Halaqoh Ekonomi. (BOB/HAM)

The post Guru Besar Ekonomi UI: Mental Underdog Masih Terbawa, Impor Dimana-mana appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2Bbn7kI

Laporan Spanduk ‘LGBT’ Ditolak Bawaslu DKI, PSI Ambil Tindakan Ini


Ilham Musyafa

MALANGTODAY.NET – Laporan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Bawaslu DKI Jakarta terkait spanduk dukungan kaum LGBT berakhir dengan penolakan. Tidak patah arah, partai yang identik dengan warna merah itu pun akan melaporkannya ke Bareskrim Polri.

Sekretaris Jendral PSI Raja Juli Antoni merasa bahwa partainya tidak pernah melayangkan spansuk tersebut. Namun karena belum ada terlapornya, Bawaslu DKI Jakarta belum bisa memproses laporan tersebut.

“Itu kan kesulitannya disitu, sekarang Bawaslu minta siapa terlapornya, ya gimana gitu loh. Nah sekarang kami mau lapor polisi, untuk kemudian polisi lebih punya perangkat hukum ya, punya cctv, dan tim investigasi yang lebih baik untuk mengungkap,” ujar pria yang akrab disapa Toni itu melalui laman Suara, Kamis (31/1/2019).

Terkait isu LGBT, Toni mengaku enggan memberikan sikap. Pasalnya, isu tersebut bukan suatu hal yang mudah untuk dibahas.

“Saya nggak mau komentar ke substansinya dulu, nanti ada diskusi tersendiri mengenai hal itu,” lanjut Toni.

Sebelumnya, kabar penolakan laporan Bawaslu DKI tersebut disampaikan Kuasa Hukum sekaligus kader PSI Anthony Winza. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah mencoba memenuhi persyaratan yang dibutuhkan terkait pelaporan.

Sayangnya, waktu itu belum ada pihak yang menjadi terlapor sehingga pelaporan pun kurang kuat.

“Kami sudah mencoba untuk memenuhi persyaratan, tapi memang sayangnya terlapornya itu belum ada,” ujar Anthony, dikutip dari laman Tribunnews, Kamis (31/1/2019).

Beberapa jembatan penyeberangan orang (JPO) pada sejumlah kawasan di Jakarta sempat terpampang spanduk ‘Hargai Hak-hak LGBT’. Dalam gambar spanduk itu, ada logo PSI dan foto Ketua Umum PSI Grace Natalie serta Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Di atas foto mereka, terdapat tulisan berwarna merah yang berbunyi ‘Hargai Hak-hak LGBT’. (HAM)

The post Laporan Spanduk ‘LGBT’ Ditolak Bawaslu DKI, PSI Ambil Tindakan Ini appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2HEbjgf

Kerap Dibully, Ini 4 Prestasi Jakarta Saat Dipimpin Anies!


Radea Hafidh

MALANGTODAY.NET – Kemenangan Anies Baswedan di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta kerap dipandang sebelah mata oleh netizen tanah air. Berbagai kebijakan yang dinilai konyol membuat Anies beberapa kali menjadi bulan-bulanan netizen. Umumnya, mereka merindukan sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dinilai lebih baik.

Namun pernyataan itu sepertinya harus diralat oleh mereka yang doyan merundung Anies lewat social media. Pasalnya, di bawah kepemimpinannya DKI Jakarta disulap menjadi salah satu provinsi dengan gelimang prestasi. Apa saja itu? Berikut ulasannya dilansir dari Merdeka.com.

Top 50 Smart City Government

Anies mengantarkan Jakarta menduduki posisi ke-47 Smart City Government pada 18 Januari 2019 lalu. Kemenangan ini karena provinsi ibukota memenuhi 6 indikator kota pintar, yakni Smart Governance, Smart Economy, Smart People, Smart Mobility, Smart Environment, dan Smart Living. Jakarta berada satu strip di bawah ibukota Prancis, Paris.

Penghargaan Kemenpan RB

DKI Jakarta memenangkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada 27 November 2018. DKI menjadi provinsi terbaik dalam hal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SPKD).

Reksa Bahasa

Anies juga berhasil mengantarkan provinsi yang dimpimpin meraih penghargaan Reksa Bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal ini karena Anies dinilai berhasil mengintegrasikan sistem pemerintahan di Jakarta dan mengkoversinya dalam beberapa istilah. Salah satunya adalah Jak Lingko.

Penghargaan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang biasanya dikenal garang justru luluh oleh Pemprov DKI. Jakarta berhasil meraih penghargaan dalam hal Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), gratifikasi, serta aplikasi pelayanan publik. (sig)

The post Kerap Dibully, Ini 4 Prestasi Jakarta Saat Dipimpin Anies! appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2HE4viH

Soal Menteri Pencetak Utang, Luhut: Neneknya yang Menteri Utang!


Kistin S

MALANGTODAY.NET – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Penjaitan turut angkat bicara soal menteri pencetak utang. Ia menyatakan bahwa utang negara yang dihimpun dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi bukanlah utang konsumtif melainkan produktif. Artinya, utang tersebut digunakan untuk melakukan berbagai pembangunan infrastruktur negara.

“Jadi kalau ada orang yang bilang ‘Menteri Utang’, neneknya (yang) menteri utang,” ujar Luhut dikutip dari CNNIndonesia.com, pada Kamis (31/1/2019).

Luhut yang berkecimpun dalam dunia bisnis dan perdagangan mengungkapkan dirinya cukup memahami penggunaan utang. Menurutnya, dalam dunia bisnis utang diperlukan untuk membiayai kegiatan produksi yang dapat menimbulkan manfaat kedepannya yang lebih menguntungkan. Utang juga merupakan hal yang lazim selama perusahaan memiliki kemampuan untuk membayarnya.

Pembangunan infrastruktur diperlukan untuk menekan biaya logistik dan transportasi di Indonesia. Selain itu, Luhut juga menilai dengan pembangunan infrastruktur yang mumpuni akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Kementerian Keuangan mencatat utang yang dimiliki pemerintah pusat mencapai Rp 4.418,3 triliun hingga akhir tahun 2018 lalu. Jumlah tersebut meningkat hingga Rp 423 triliun dari tahun sebelumnya, yang hanya berkisar Rp 3.995,25 triliun. Utang negara bahkan diprediksi akan meningkat jingga 30,4 persen terhadap PDB pada tahun ini.

Persoalan utang negara ini kembali hangat diperbincangkan usai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengolok-olok Menteri Keuangan dengan sebutan Menteri Pencetak Utang. Hal ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat luas. (KIS)

The post Soal Menteri Pencetak Utang, Luhut: Neneknya yang Menteri Utang! appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2HIfYy5

Jokowi Pamer Produk Program Mekaar di Instagram, Netizen: Kayak Marketing!


Radea Hafidh

MALANGTODAY.NET – Tak dipungkiri, blusukan merupakan salah satu kebiasaan Presiden Indonesia, Joko Widodo, sejak sebelum menjadi presiden. Semenjak masih menjadi Wali Kota Solo hingga Gubernur DKI Jakarta, kebiasaan ini masih dijaganya hingga kini. Dalam beberapa kesempatan, Jokowi mengabadikan kegiatannya itu di akun Instagram-nya @jokowi.

Hal serupa juga dilakukannya saat sedang berkunjung ke Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019). Dalam kunjungannya itu, ia menemukan berbagai produk buatan warga setempat yang tergabung dalam Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Instagram Photo

Beberapa produk yang ia dapati seperti Es Asem Segar, telur asin, peyek beluntas, peyek daun mangrove, hingga jaket kulit. Jokowi juga mengapresiasi produk-produk tersebut karena dikemas dalam kemasan yang bagus. Bahkan, ia memperlihatkan antusiasnya terhadap jaket kulit buatan ibu dari Tambun Selatan yang disebut bahannya terbuat dari domba asal Garut, Jawa Barat.

“Mohon dibantu ya, pak. Supaya usaha saya lebih luas lagi. Ini UKM dalam negeri ya, Pak,” tutur pemilik produk usaha jaket kulit, Siti Nurjanah.

Antusiasme Jokowi terhadap produk-produk dari Program Mekaar menuai berbagai respon dari netizen. Respon unik justru diberikan oleh netizen dengan akun @tisonmarola yang menyebut gaya Jokowi mempromosikan produk mirip dengan marketing.

“Kok presiden krjaa nya promosi ea kayak marketing,” tulis @tisonmarola dalam kolom komentar.

Program Mekaar sendiri merupakan layanan kredit bagi wanita pra sejahtera yang tidak memiliki modal untuk membuka usaha dan modal untuk mengembangkan usaha. Program ini menyasar wanita produktif yang hidup di bawah garis kemiskinan. (sig)

The post Jokowi Pamer Produk Program Mekaar di Instagram, Netizen: Kayak Marketing! appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2RtgD5R

Wednesday, January 30, 2019

Angkat Produk IKM, Pemkab Malang Akan Sediakan Outlet di Exit Tol Mapan


Dhimas Fikri

MALANGTODAY.NET – Pembangunan tol Malang-Pandaan (Mapan) ternyata juga membawa dampak positif bagi pemilik industri kecil menengah atau IKM di Kabupaten Malang.

Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyampaikan, pihaknya bakal memfasilitasi pemilik IKM dengan menyediakan outlet penjualan di sekitar kawasan exit tol Mapan, Karanglo, Singosari. Bukan hanya produk IKM di Kabupaten Malang, outlet itu juga diperuntukkan bagi produk IKM dari seluruh Malang Raya.

“Pimpinan tiga daerah Malang Raya sudah sepakat, untuk mengusulkan showroom dipintu tol,” kata Sanusi disela-sela kegiatan temu usaha kemitraan dengan pelaku IKM dan gelar produk di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (31/1/2019).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, untuk merealisasikan pembangunan outlet IKM ini, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar. Lanjut Sanusi, outlet IKM tersebut nantinya akan dikonsep layaknya rest area pariwisata.

“Lokasinya kalau tidak di Lawang ya di Singosari, pokoknya di dekat exit tol. Kami juga sudah bicarakan nanti kurang lebih butuh lahan seluas 5 hektar,” ucapnya.

Terakhir, Sanusi menjelaskan, saat ini produk IKM yang paling diunggulkan dari Kabupaten Malang masih pada kopi, khususnya kopi Dampit. Namun, tidak menutup kemungkinan kedapan akan ada produk-produk IKM lain yang menjadi unggulan.

“Sekarang memang baru kopi saja. Tapi kedepannya, kalau bisa kerajinan atau olahan hortikultura lainnya,” pungkasnya. (DHI/KIS)

The post Angkat Produk IKM, Pemkab Malang Akan Sediakan Outlet di Exit Tol Mapan appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2MFyYfr