Hantu Ini Gagal Takuti Pengunjung

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tidak Sopan Usir Pengamen, Pelanggan Ini Marahi Pemilik Warung

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

MALANGTODAY.NET – Di Kota Malang terdapat sebuah pemakaman umum yang terkenal sangat angker yaitu Makam Pepen. letaknya di Jalan Raya Malang – Kepanjen. Makam tersebut sudah ada sejak jaman dahulu, konon tiap tahunnya sering memakan tumbal, bahkan jalan yang berada di depan makam tersebut sering terjadi kecelakan mistis.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, November 29, 2016

Kedepankan Estetika, Pembangunan Kota Malang Potensi Timbulkan Banjir


Kedepankan Estetika, Pembangunan Kota Malang Potensi Timbulkan Banjir

MALANGTODAY.NET – Beberapa titik Kota Malang dalam dua tahun terakhir ini memang tampak lebih indah dan asri. Pemerintah Kota Malang pun sengaja menyulap berbagai ruang hijau seperti taman dan hutan buatan menjadi ruang yang lebih indah. Tapi karena kurang memperhatikan konservasi, ruang yang dirasa asri itu pun fungsinya sedikit bergeser.

“Di Malabar contohnya, yang semula resapannya banyak, sekarang tidak lagi maksimal. Meskipun hanya beberapa persen, tapi di dalamnya sudah ada bangunan beton,” ungkap Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, sekaligus pakar teknik pengairan Kota Malang, Dr. Ir Pitojo Tri Juwono, MT kepada MalangTODAY.net beberapa menit lalu.

Awas, Malang Darurat Banjir Rek!!

Dengan adanya perindahan dibeberapa area itu, lanjutnya, sebagai masyarakat ia sangat setuju. Namun, ia maaih berharap agar pemerintah tidak mengesampingkan konservasi. Sehingga, potensi terjadinya banjir pun akan dapat diminimalisir.

Menurutnya, salah satu konservasi yang harus dilakukan adalah dengan menyertakan sumur resapan di berbagai titik pembangunan taman. Sehingga, taman masih dapat menjalankan fungsinya sama seperti sebelum adanya penambahan beton, keramik, ataupun paving di area taman.

Selain itu, lanjutnya, pembangunan got dan drainase sudah tidak seharusnya memggunakan cara konvensional, dengan menggunakan cor. Melainkan bisa dengan membiarkan got berbentuk tanah dan dilapisi dengan rumput, atau dengan kata lain menggantinya menjadi gor resapan seperti yang ada di Jepang salah satunya. Sehingga, masih ada resapan yang membantu.

“Kalau dicor dan memang salurannya memgalir ke pembuangan dengan benar itu sangat bagus. Tapi kalau tidak sesuai, pasti akan mengakibatkan genangan dan meluber seperti yang terjadi sekarang,” jelasnya.

The post Kedepankan Estetika, Pembangunan Kota Malang Potensi Timbulkan Banjir appeared first on MalangToday.

http://ift.tt/2gw33NT

Mengenal Sosok di Balik Suksesnya Dunia Tinju Di Kota Malang


Sam Ade, Mengenal Sosok Di Balik Suksesnya Dunia Tinju Di Kota Malang

MALANGTODAY.NET – Munculnya pilar-pilar baru kebanggaan dalam kancah pertinjuan di Kota Malang tentu tak lepas dari sosok yang ada dibelaknganya. Siapa lagi kalau bukan Ir H Ade Herawanto MT, yang memutuskan berkecimpung di dunia tinju sejak tahun 2002 silam.

Dengan setia, Ade berkecimpung membesarkan insan pertinjuan di Kota Malang dengan mengelola d’Kross Boxing Camp (BC) serta mencetuskan lahirnya kejuaraan Malang Super Fight (MSF) yang penyelenggarannya sudah mencapai 22 edisi.

Sejak didirikan pada tahun 2008, d’Kross BC yang dikelolanya bersama para insan tinju Malang Raya tak henti melahirkan petinju-petinju hebat dan pantang menyerah. Sedari awal, sang owner memang punya ambisi besar untuk mengharumkan bumi Arema, di tengah turunnya kejayaan tinju di Kota Malang.

“Semua ini berangkat dari rasa keprihatinan akan terpuruknya olahraga tinju di Malang,” ungkap pria yang akrab disapa Sam Ade ini.

Pria kelahiran 17 Oktober 1968 lantas menceritakan awal mula kecintaanya dengan olahraga keras ini. Memorinya langsung tertuju pada gelaran tinju di Lapangan Rampal medio Agustus 2002.

“Semua orang saat itu larut dalam euforia sepakbola. Sampai-sampai tinju pada acara Expo Rampal tidak ada yang menonton. Miris sekali melihatnya,” kenangnya lirih.

Setahun berselang, Ade kemudian bergabung dalam manajemen Gajayana Boxing Camp (BC). Sebagai langkah awal, dia mulai merintis karier sebagai Co-Promotor. Dari situlah, obsesi besarnya mulai timbul.

“Saya ingin melihat ada seorang juara tinju dunia asal Malang. Saya berusaha keras bisa jadi promotor untuk mewujudkannya,” serunya bersemangat.

Barulah pada tahun 2008, Ade memiliki sasana sendiri bernama d’Kross BC, mengutip nama grup band yang dia dirikan dua tahun sebelumnya. Tak lama sejak didirikan, d’Kross menjadi sasana ikonik baru Kota Malang pasca melahirkan petinju hebat macam Kirno Armase, Sis Morales, Victor Mausul, Mosin Khadafi hingga Hero Tito dan Rivo Rengkung yang kini berstatus juara dunia.

Tak sekadar memiliki sasana tinju, bapak dua anak ini juga aktif menjadi seorang promotor yang diperhitungkan di kancah nasional. Lisensi yang dikantongi peraih gelar Master dari Fakultas Teknik Universitas Gajahmada (UGM) itu pun tak main-main.

Setelah memiliki lisensi promotor nasional versi Komisi Tinju Indonesia (KTI), menyusul kemudian lisensi nasional dari Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) dan lisensi dari Federasi Tinju Indonesia (FTI) juga berada dalam genggamannya.

Sejalan dengan kelengkapan lisensi yang dimilikinya, Ade juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua KTPI Malang Raya dan Ketua FTI Jawa Timur. Berkat kegigihannya membangkitkan dunia tinju Tanah Air. Bahkan, Ade sempat menerima penghargaan bergengsi dari ATI yang diberikan sebagai pengakuan dan penghormatan kepada insan tinju profesional atas peranan, dedikasi dan dukungannya dalam membina olahraga tinju di Indonesia.

Karena prestasinya tersebut, nama pria yang kini menjabat Kepala Dispenda Kota Malang itu layak disejajarkan dengan sejumlah tokoh tinju ternama yang juga meraih penghargaan serupa. Sebut saja Pembina ATI Pusat, Jenderal TNI (Purn) H. AM Hendropriyono hingga mereka yang pernah menduduki kursi Ketua ATI Pusat, macam Elza Syarief, Rufinus H Hutauruk, Junimart Girsang hingga Laksda TNI (Purn) H Yuswaji yang telah lama malang melintang di dunia tinju profesional.

Kini hampir 15 tahun berlalu sejak kali pertama Ade berkecimpung di dunia tinju, dia merasa sudah saatnya dia mundur dari cabor yang dia cintai itu. Pria yang juga dikenal sebagai musisi dan tokoh lintas komunitas itu ancang-ancang menyatakan pensiun dari dunia kepromotoran.

Sebelumnya, dia sempat berjanji untuk mengantarkan petinju Malang menjadi juara dunia, dan ketika mimpi itu tercapai, dia juga berjanji untuk berhenti. Kini, setelah dirasa mimpi itu terwujud, ia pun memilih menepati janjinya dengan mundur dari dunia pertinjuan. Namun bukan berarti, dia akan sepenuhnya berhenti dan menutup mata dengan perjuangan yang sudah ia mulai itu.

“Siapapun yang mau berkomitmen, monggo untuk bergabung dan menggantikan saya sebagai promotor, termasuk para insan pers,” jelasnya.

Dia berharap, akan ada regenerasi yang mampu lebih mengharumkan nama Malang. Tak hanya dalam kancah nasional, ia berharap regenerasi itu akan semakin memperkokoh insan tinju untuk lebih disegani mata dunia. Kini, selagi memikirkan untuk mundur dari dunia tinju, ia pun masih terus mencari pengganti untuk regenerasi kepromotorannya.

“Setelah mendapat kader penerus yang akan membuat Malang menjadi barometer tinju atau minimal bisa membuat Hero Tito mempertahankan gelar juara dunia dalam waktu agak lama, maka baru saya akan resmi mundur dengan lega dari dunia tinju. Namun sebelumnya, saya akan membicarakan masalah itu dengan semua elemen insan tinju se-Malang Raya dan beberapa tokoh tinju nasional,” pungkas pria ramah ini.

The post Mengenal Sosok di Balik Suksesnya Dunia Tinju Di Kota Malang appeared first on MalangToday.

http://ift.tt/2gw6Meq

Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan Kerja Delegasi Jepang, Apa yang Dibahas?


Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan Kerja Delegasi Jepang

MALANGTODAY.NET – Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menerima kunjungan kerja delegasi Jepang dipimpin oleh Wakil Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Mr. Kozo Honsei di Kantor Bakamla RI Pusat Jalan Dr. Sutomo No. 11, Jakarta Pusat, Selasa (29/11).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Bakamla RI didampingi oleh Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI Irjen Pol. Satria F. Maseo, S.H., M.M., Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi Operasi Laut Kolonel Laut (P) Eko Hadriyadi Usodo, S.M., dan Kepala Subdirektorat Jaringan Rizkal, S.Sos., M.M.

Delegasi Jepang yang terdiri dari perwakilan Kedutaan Jepang dan Japan International Cooperation Agency (JICA) berkunjung sebagai tindak lanjut dari kegiatan Asian Coast Guard Agencies Meeting (HACGAM) ke-12 yang dilaksanakan di Jakarta pada bulan Oktober lalu serta dalam rangka pembahasan rencana kunjungan Kepala Bakamla RI ke Jepang tanggal 6 samapai 7 Desember mendatang.

Beberapa hal yang menjadi topik bahasan dalam pertemuan tersebut yaitu tentang pertukaran informasi, potensi pengembangan kapasitas sumber daya ( Capacity Building), latihan operasi bersama dan diskusi tentang keprotokoleran dalam pelaksanaan ke Jepang nantinya.

Dalam pertemuan tersebut, selain ke Jepang Kepala Bakamla RI menyatakan rencananya untuk mengunjungi pula negara-negara anggota HACGAM lain, salah satunya yang telah dilaksanakan yaitu kunjungan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 22 – 23 Oktober lalu. Hal ini mengingat perlunya terus menjalin hubungan persahabatan dan kerjasama dengan seluruh anggota HACGAM, dimana Bakamla RI sebagai organisasi baru dapat belajar dari pengalaman yang telah dicapai negara-negara lain.

The post Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan Kerja Delegasi Jepang, Apa yang Dibahas? appeared first on MalangToday.

http://ift.tt/2giC1Mi

Hero Tito Juara Tinju Dunia asal Malang


Hero Tito Juara Tinju Dunia asal Malang

MALANGTODAY.NET – Kemenangan Hero Tito atas Thongchai Kunram dalam duel di Lospalos, Timor Leste, Minggu (27/11) malam, memastikan Bhumi Arema kembali memiliki seorang juara dunia tinju setelah era Nurhuda, Monod, Wongso Suseno hingga Thomas Americo beberapa dekade lalu. Artinya, Malang memiliki masa depan cerah, seiring dengan keberhasilan Hero dalam mengamankan gelar juara dunia kelas ringan versi World Professional Boxing Federation (WPBF).

Promotor d’Kross Boxing Camp (BC), Ir H Ade Herawanto MT mengatakan, para insan tinju Malang Raya tak henti melahirkan petinju-petinju hebat dan pantang menyerah sejak berdiri tahun 2008 silam. Sebab sejak awal-awal, ambisi yang dibawa sangat luar biasa.

“Minimal juara dan sabuk dunia bisa dimiliki Kota Malang ya, itu harapan kami dalam memperjuangkan tinju,” katanya dalam prescon yang berlangsung beberapa menit lalu.

Ade menuturkan, tujuan awalnya adalah ingin mengembalikan kejayaan tinju Malang seperti era 70’- 80’an . Semua ini berangkat dari rasa keprihatinan akan terpuruknya olahraga tinju di Malang, dan digantikan dengan eforia cabang olahraga lain.

Dia bercerita, pada tahun 2008, pria yang kini menjabat sebagai Kepala Dispenda Kota Malang itu memilikj sasana sendiri bernama d’Kross BC, mengutip nama grup band yang dia dirikan dua tahun sebelumnya. Tak lama sejak didirikan, d’Kross menjadi sasana ikonik baru Kota Malang pasca melahirkan petinju hebat macam Kirno Armase, Sis Morales, Victor Mausul, Mosin Khadafi hingga Hero Tito dan Rivo Rengkung yang kini berstatus juara dunia.

“Dengan beragam lisensi yang sebelumnya saya miliki, saya bersyukur bisa menghasilkan petinju kelas dunia sampai dengan hari ini,” pungkasnya.

The post Hero Tito Juara Tinju Dunia asal Malang appeared first on MalangToday.

http://ift.tt/2g4KsIc

Ini Rahasia Sukses Taman Rajut Kedungkandang Pasarkan Produk


Ini Rahasia Sukses Taman Rajut Kedungkandang Pasarkan Produk

MALANGTODAY.NET – Ekonomi kreatif di Kota Malang saat ini memang tampak terus menggeliat. Pasalnya, tak sedikit pelaku usaha yang sukses dengan beragam produksinya yang menarik. Salah satunya Taman Rajut Kedungkandang yang sudah berjalan selama kurang lebih 2,5 tahun terakhir dan banyak diminati masyarakat skala nasional.

Pemilik Taman Rajut Kedungkandang, Titin Estantina mengatakan, ada beragam jenis rajut yang ditawarkan kepada pelanggan. Seperti tas, sarung bantal, baju, miniatur kaktus, dan beragam souvenir menarik. Setiap koleksinya itu dibandrol mulai dari Rp 5 ribu sampai dengan Rp 600 ribu, tergantung ukuran dan kesulitan dalam pengerjaannya.

“Kalau pemasaran kami juga memanfaatkan media sosial seperti instagram,” katanya pada MalangTODAY.net beberapa saat lalu.

Ini Rahasia Sukses Taman Rajut Kedungkandang Pasarkan Produk

Titin menyebutkan, selain Malang Raya, pelanggannya juga tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Mulai Jakarta, Surabaya, Kediri, hingga Papua. Sementara produk yang paling banyak diburu adalah souvenir dan miniatur seperti miniatur kaktus salah satunya.

Selain memanfaatkan online, lanjutnya, pemasaran juga dilakukan dengan memanfaatkan beragam expo dan pameran. Dalam pameran, keuntungan yang didapat menururnya lebih banyak. Sebab pengunjung expo kebanyakan memang bertujuan memburu roduk khas, dan banyak yang berasal dari luar kota.

“Tapi kendala utamanya itu dalam pemasaran juga sebenarnya,” beber perempuan berkerudung ini.

Menurutnya, penggemar produknya ini hanya pada segmen tertentu. Selain itu, ia juga belum menemukan konsep dan sistem yang tepat untuk memasarkan produknya secara massal. Sebab, customer cenderung memiliki selera yang berbeda, dan selalu beribah setiap saat.

“Kalau saat ini, saya juga menerima custom,” pungkasnya.

The post Ini Rahasia Sukses Taman Rajut Kedungkandang Pasarkan Produk appeared first on MalangToday.

http://ift.tt/2gEG3z4

Awas, Malang Darurat Banjir Rek!!


Awas, Malang Darurat Banjir Rek!!

MALANGTODAY.NET – Dalam 50 tahun terakhir, jumlah penduduk di Kota Malang mengalami peningkatan sampai tiga kali lipat. Artinya, alih fungsi lahan pun terus bertambah dan mengakibatkan ruang terbuka semakin berkurang. Selain itu, infrastruktur drainase pun masih menggunakan yang lama, dan belum ada pembaruan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Jadi tidak heran jika ternyata potensi banjir di kota pendidikan ini terus meningkat setiap tahunnya.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, sekaligus pakar teknik pengairan Kota Malang, Dr. Ir Pitojo Tri Juwono, MT mengatakan, drainase di Kota Malang masih cenderung mengacu pada tata ruang kebutuhan masyarakat puluhan tahun sebelumnya. Sehingga perlu dilakukan pembaharuan secara berkala agar fungsi drainase dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan.

“Setidaknya diperbarui setiap lima tahun sekali,” katanya pada Media beberapa menit lalu.

Tak hanya itu, problem lain yang dialami saat ini adalah masih lemahnya regulasi yang dibuat pemerintah daerah terkait izin pendirian bangunan baru.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kota Malang memiliki peraturan berupa penyertaan sumur resapan dalam setiap pembangunan. Namun realisasi dari regulasi itu masih sangat minim, karena lemahnya pengawasan dari pemerintah.

“Harus komitmen melakukan pengawasan, dan jika ada pelanggaran harus ada sanksi,” tambahnya.

The post Awas, Malang Darurat Banjir Rek!! appeared first on MalangToday.

http://ift.tt/2fKbVOs

Pamer Foto Rumah, Pria Ini Malah kehilangan Tempat Tinggal


Pamer Foto Rumah, Pria Ini Malah kehilangan Tempat Tinggal

MALANGTODAY.NET – Seorang gelandangan di Amerika Serikat membuat heboh setelah videonya tersebar di media sosial. Tuna wisma tersebut mengunggah video dan beberapa foto yang memperlihatakan dirinya sedang bersantai bak orang kaya.

Namun tahukakah Anda bahwa Ceola Waddell Jr ternyata tinggal di kolong jembatan. Namun ia mengubah tempat kumuh tersebut layaknya seperti rumah milik orang kaya.

Dalam video tersebut, Ceola menunjukkan kalau dirinya punya bed empuk, yang bahkan dihias dengan kain motif bergaya kulit Zebra nan mewah. Tak pelak, tepi trotoar itu berubah menjadi bak hotel berbintang!

Selain itu dia juga punya sebuah toilet duduk. satu kulkas yang bisa digunakan untuk berendam ala jacuzzi. Waddell juga memiliki koleksi sepatu hak tinggi wanita yang terlihat mahal dan masih dalam kondisi yang baik.

Ia menyebut ‘rumah’-nya itu sebagai Paradise Lane, atau ‘Jalur Surga’. Menurut pria berusia 59 tahun itu, ia membangun istananya itu untuk menolak nasib menjadi miskin.

Saya menolak bahwa tunawisma harus tidur di rumah yang terbuat dari kardus,” kata Ceola.

Dia pun kerap menyewakan tempat tinggal itu untuk tunawisma lain.Ongkosnya? 25 dolar AS atau Rp 338 ribu per minggunya.

Tuna wisma ini  pun terkenal dan menjadi artis Facebook.  Sayang, justru setelah kisahnya menjadi viral itu, Ceola harus kehilangan surganya itu. Pemerintah setempat membongkarnya, dengan alasan hal itu sangat membahayakan dan melanggar aturan.

The post Pamer Foto Rumah, Pria Ini Malah kehilangan Tempat Tinggal appeared first on MalangToday.

http://ift.tt/2gECaKt