Hantu Ini Gagal Takuti Pengunjung

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tidak Sopan Usir Pengamen, Pelanggan Ini Marahi Pemilik Warung

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

MALANGTODAY.NET – Di Kota Malang terdapat sebuah pemakaman umum yang terkenal sangat angker yaitu Makam Pepen. letaknya di Jalan Raya Malang – Kepanjen. Makam tersebut sudah ada sejak jaman dahulu, konon tiap tahunnya sering memakan tumbal, bahkan jalan yang berada di depan makam tersebut sering terjadi kecelakan mistis.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, December 30, 2018

Diduga Terpeleset Saat Buang Air, Pria Ini Ditemukan Tengkurap di Sungai dan Meninggal


Endra Kurniawan

MALANGTODAY.NET – Diduga terpeleset, seorang pria ditemukan tewas (30/12/2018) di sungai daerah Jl. Achmad Jaiz, Kota Surabaya. Diketahui, korban bernama Abdul Kohar (79). Sehari-hari, ia bekerja sebagai penjaga Balai RW 2, Kecamatan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

Menurut informasi, ada warga yang sedang butuh bantuannya untuk memasang terop. Namun, seharian dicari ia tidak ada.­ Kemudian, ada seorang warga lainnya yang curiga akan adanya tali yang terikat di pinggir kali, persis di depan Balai RW.

Warga yang mengetahui kebiasaan korban sering buang air besar di kali tersebut akhirnya menyusuri sungai tersebut.

“Korban ini hidup seorang diri dan tinggal dan tidur di balai. Korban juga punya kebiasaan buang air besar di pinggir kali sambil gocekan (berpegangan) tali yang diikat dari atas,” ujar warga, Yustinus dilansir dari Detik.com (31/12/2018).

Setelah ditelusur, pada pukul 22.00 WIB, warga akhirnya menemukan korban tertelungkup di tengah sungai. Lokasinya terletak di bawah jembatan penyeberangan antara Jl. Achmad Jaiz dan Genteng Kali.

“Untungnya (jenazah) tidak hanyut lebih jauh. Itu anak-anak langsung membawa jenazahnya ke pinggir kali. Tapi belum ada yang berani mengangkat ke atas. Karena menunggu polisi datang,” terangnya.

Sementara itu, diduga kematian korban akibat jatuh terpeleset saat buang air. Sebab diketahui kaki korban sakit karena diabetes.

“Ada kemungkinan korban ini terpeleset saat buang air besar. Dan keplesetnya itu karena kakinya yang sakit diabetes. Hal itu diperkuat dengan ditemukan luka bengkak di kakinya,” tutur Kapolsek Genteng, Kompol Ari Trestiawan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju RSU dr Soetomo Surabaya. Pihak keluarga korban juga telah dihubungi.

“Pihak keluarganya di Nongkojajar, Wonosari, Pasuruan sudah kita hubungi untuk pengurusan jenazah korban,” kata Ari.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

The post Diduga Terpeleset Saat Buang Air, Pria Ini Ditemukan Tengkurap di Sungai dan Meninggal appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2CI8Ddb

Pergulatan Batin Janda dalam “Dua Tanda Kurung” Karya Handoko F Zainsam


Radea Hafidh

“Susana atau Yanti! Aku tak tahu mana namaku yang sebenarnya. Ingatanku pun lama pulih, mengejar, menangkap, dan menjaring, siapa aku sebenarnya. Susana atau Yanti aku ini?” Seseorang baru itu muncul mengisi tubuh perempuan semampai yang berdiri di depan pintu. Tyana!

Kehidupan adalah kesempatan untuk berbagi suka dan duka dengan orang lain dan mengenal orang lain. Hidup hanya sementara, karena itu lakukan apa yang harus dilakukan untuk bertahan hidup dan jalani sesuai dengan kehendak Tuhan. Hidup yang ketakutan, hidup yang penuh kekhawatiran, atau hidup yang bahagia dan damai, semuanya berada dalam genggaman tangan. Apapun yang terasa dalam kehidupan, maka diri sendiri adalah penggerak kehidupan yang juga ikut andil di dalamnya.

Potret Perempuan dalam Novel Dua Tanda Kurung

Novel Dua Tanda Kurung adalah novel pertarungan seorang perempuan untuk menghadapi berbagai permasalahan hidup di tengah pergolakan politik, kehidupan seksual, dan tekanan nilai-nilai di masyarakat. Novel Dua Tanda Kurung juga merupakan novel pergulatan batin perempuan yang berusaha menjadi Jawa, di tengah pertarungan politik di sebuah desa terpencil. Labirin-labirin gelap dan menyesakkan terus berkelindan dan menjadi satu. Seksualitas lahir atas nama cinta, pengabdian, kewajiban, dan religiusitas. Pertarungan nilai-nilai yang harus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat menjadi etape atau tahap yang cukup menegangkan. Manusia tidak bisa dilihat secara hitam dan putih, terang dan gelap, baik dan jahat yang merupakan warna dasar dalam kehidupan. Sebagai dasar, hitam dan putih melahirkan warna-warni lain karena hitam dan putih mewakili kenyataan-kenyataan dalam kehidupan. Manusia memiliki dimensi yang kadang tak pernah diduga. Berlatar kehidupan keseharian masyarakat Jawa, Susiyantyana hadir dan mempengaruhi gerak rasa dan pikiran.

Novel Dua Tanda Kurung menceritakan pergolakan hidup Susana atau Susanti dalam menghadapi konflik yang dialaminya. Menggambarkan unsur kehidupan yang dialami oleh tokoh dan menyisipkan permasalahan sosial untuk membangun cerita. Pergolakan batin yang dialami tokoh seorang perempuan dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, yakni ketidakmampuan untuk mengingat situasi yang menakutkan atau biasa disebut fobia dengan mengalihkan kesalahan kepada orang lain atau objek lain. Upaya tersebut guna pembenaran tingkah laku, bersikap seolah-olah pasrah dengan keadaan.

Pergolakan hidup perempuan yang dimaksud dalam novel adalah pergolakan hidup perempuan yang berusaha menemukan jati dirinya. Berbagai tekanan dan kekacauan psikologi dan karakter membuat tokoh kehilangan eksistensi atau keberadaan ke’aku’annya. Kemudian masuk pada tahap siapa sebenarnya aku? Susi, Yanti, Susanti, Tyana atau Susiyantyana yang memiliki riwayat hidup yang membuat siapapun terjebak dalam perjalanan hidupnya. Perempuan yang berusaha mejadi Jawa dengan konsep “Urip saderma nglampahi” atau hidup itu sekedar ‘keberanian dan strategi’ menjalankan. Perjalanan kehidupan tokoh utama inilah yang membuat ia harus menyiapkan diri masuk dalam pergulatan politik, sosial, budaya dan tekanan nilai-nilai di masyarakat. Seksual diimplementasikan atas dasar pengadian, totalitas, dan kasih sayang yang seluruhnya adalah tafsir cinta. Nilai-nilai falsafah Jawa diterjemahkan dalam sikap dan tingkah laku keseharian yang dibingkai dalam perbincangan yang sangat filosofis. Bait-bait puisi melengkapi tiap tokoh yang berperan dalam novel.

Kisah Sang Janda Menjadi ‘Jawa’

Yanti, seorang perempuan janda yang berpisah dengan suaminya karena perlakuan kasar yang diterima olehnya. Sejak berpisah dengan suaminya, Yanti membuka usaha warung kopi untuk kebutuhan hidupnya. Yanti menjadi bahan pembicaraan warga desa Pandansari kulon, banyak sekali omongan negatif tentang sisi-sisi kehidupannya. Dengan status yang membingungkan, janda belum tapi kalau disebut bersuami tidak ada. Suaminya hilang entah ke mana, masa jandanya masih remang-remang. Banyak orang melamarnya, namun semua ditolak. Entah setia atau trauma yang menyelimuti hati dan perasaannya.

Perempuan yang berusaha menjadi Jawa, saat segala macam tuduhan jelek yang didapatkan olehnya, tidak ia tanggapi dengan emosi. Semua diterimanya dengan sabar dan “sumeleh” mampu menata atau meletakkan hati dan jiwa. Sikapnya supel dan “sumeh” murah semyum, membuat orang cemburu dan berprasangka macam-macam. Apalagi dia membuka warung kopi dengan pembeli yang datang silih berganti, lebih kuat saja prasangka buruk itu. Warung kopi itu, bukan hanya untuk mengisi malam. Lebih dari itu, “bertransaksi” tawar menawar hingga terciptanya kesepakatan. Dari tempat inilah, berbagai macam kabar desa tersebar, bukan hanya kabar tentang desa, bahkan kabar percecokan keluarga juga bisa ramai diperbincangkan.

Yanti mengalami berbagai permasalahan yang membuatnya ingin pergi meninggalkan desanya dan melupakan semua yang terjadi. Dalam hidupnya, ia kerap lari dari kehidupannya dengan mengubah nama. Pada awal cerita ia dikenal dengan Yanti, seorang janda yang membuka warung kopi. Kemudian Susana, dan yang terakhir adalah Tyana. Seperti lingkaran karma saja, meski ia mengganti-ganti nama dan mencoba membuka lembaran hidup yang baru, ia tetap kembali pada kegelapan dan keresahan dalam kehidupannya.

Karya Sastra Sarat Empati

Tersisipnya permasalahan sosial, tidak hanya sebagai tempelan saja tetapi sebagai unsur pembangun kehidupan dan alur cerita dalam novel, seperti pemilihan lurah yang membuat geger desa. Warga Desa Pandansari Kulon yang menyambut pergantian tampuk pemimpin, semakin menyorong lahirnya nuansa yang pengap dan gerah. Suara-suara yang membuat telinga merah lahir begitu mudah. Hati yang semrawut semakin menambah keliaran api kata yang keluar dari mulut warga yang berusaha menyampaikan aspirasinya. Teman bisa menjadi lawan, suami-istri bisa gaduh, dan saudara bisa pecah berantakan, saling mengunggulkan pilihannya. Yang pasti, ribuan warga terbawa arus tegangan tinggi pilihan lurah.

Novel “Dua Tanda Kurung” mengantar kita melihat pertarungan seorang perempuan dalam menghadapi pergolakan hidup, cinta, pengabdian, pengorbanan yang membuatnya menjadi perempuan. Selain itu membaca karya sastra juga mampu membangun dan meningkatkan imajinasi, mampu menganalisis untuk memperhatikan dan mempertanyakan detail dalam sebuah karya sastra. Lewat membaca karya sastra memungkinkan tumbuh rasa empati yang mengajak untuk menjadi karakter siapa saja. Karya sastra sebagai hiburan memberikan kegembiraan dan kepuasan batin. Hiburan yang diberikan adalah hiburan spiritual dan hiburan intelektual yang mampu menambah wawasan dan kekayaan pengalaman.

 

Dea Harumi Urbaningrum
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang

The post Pergulatan Batin Janda dalam “Dua Tanda Kurung” Karya Handoko F Zainsam appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2Ao9ZrS

Tak Cuma Indonesia, Malaysia Kini Juga Demam Naturalisasi Pemain


Radea Hafidh

MALANGTODAY.NET – Naturalisasi pemain asing belakangan ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan performa tim nasional (timnas) sepak bola suatu negara. Indonesia menjadi salah satu negara yang beberapa kali menggunakan jasa pemain naturalisasi agar dapat membela timnas. Nama-nama seperti Christian Gonzales, Rapahel Maitimo, hingga Alberto Goncalves pernah membela Timnas Garuda.

Langkah Indonesia ini ternyata diikuti oleh musuh bebuyutannya, Malaysia. Timnas Negeri Jiran baru-baru ini kedapatan menggunakan jasa pemain naturalisasi saat helatan Piala AFF 2018 lalu. Mohamadou Sumareh yang berdarah Gambia dinaturalisasi oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

FAM bukan tanpa alasan menaturalisasi Sumareh. Performanya saat membela Pahang FA membuatnya dipanggil membela timnas Harimau Malaya. Meski tak menyumbang satu gol pun, pihak federasi menyatakan bahwa proyek naturalisasi tidak akan berhenti begitu saja. FAM mengklaim bahwa proyek ini berdasarkan kebutuhan untuk meningkatkan performa timnas.

“Kami tidak punya pilihan lain selain memasukkan pemain naturalisasi. Bukan berarti tim nasional akan diisi pemain naturalisasi, tapi kami merekrut berdasarkan posisi yang dibutuhkan,” kata Ketua Komite Program Naturalisasi FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, dikutip dari FourFourTwo, Jumat (28/12/2018).

Diakui oleh Mohd Yusoff, timnas Malaysia tengah mengalami krisis striker bagus. Setelah era Safee Sali berakhir, tak ada pemain lokal yang menyamai kualitas pemain yang pernah bermain untuk klub Indonesia, Pelita Jaya.

“Jika kami berharap kepada pemain lokal, terutama dari Liga kami, sangat sulit mencari striker bagus,” katanya.

Sejauh ini, terdapat 15 pemain yang telah terdaftar sebagai pemain naturalisasi. Selain Sumareh, ada nama Kiko Insa yang sebelumnya pernah merumput di Liga Indonesia membela panji klub Arema Malang. Ia telah mencatatkan 6 penampilan bersama Harimau Malaya.


Penulis : Radea Hafidh
Editor : Radea Hafidh

The post Tak Cuma Indonesia, Malaysia Kini Juga Demam Naturalisasi Pemain appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2EYDTH0

Jawaban Roy Kiyoshi Soal Tahun 2019 Mendatang: Seram Banget Sih!


Radea Hafidh

MALANGTODAY.NET – Tahun 2019 diprediksi akan menjadi tahun yang panas di Indonesia. Pasalnya, tensi antar masyarakat diprediksi akan memanas karena bersamaan dengan pesta demokrasi lima tahunan berupa Pemilihan Umum 2019 (Pemilu 2019).

Situasi yang diramal akan memanas membuat paranormal yang tengah naik daun, Roy Kiyoshi, menyampaikan pesan penting. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan antar bangsa. Tahun politik dinilai sebagai momen yang bisa membuat masyarakat terpecah belah.

“Walau kita berbeda-beda, harus berpegangan tangan erat. Walau beda warna kulit, warna rambut, dan beda keyakinan, kita harus lebih erat lagi. Jangan terpisah kubu A dan B,” ujar Roy dikutip dari Tabloid Bintang, Jumat (28/12/2018).

Selain itu, Roy meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar senantiasa menahan diri dan tidak terpancing untuk menanggapi isu yang belum jelas kebenarannya. Ia juga menambahkan bahwa meski media sosial memiliki banyak manfaat, media sosial dinilai sangat menyeramkan. Ia sendiri mengaku bahwa media sosial adalah salah satu ketakutannya.

“Media sosial di 2019 bisa jadi kendaraan dan pisau, seram banget sih. Itu yang jadi ketakutan saya sih, semoga nggak ada apa-apa,” katanya berharap.

Roy Kiyoshi sendiri merupakan paranormal muda yang kini tengah naik daun di Indonesia. Sukses dengan program Karma dan Karma The Series, Paranormal berusia 31 tahun itu kini juga mengisi program acara baru bertajuk Menembus Mata Batin.


Penulis : Radea Hafidh
Editor : Radea Hafidh

The post Jawaban Roy Kiyoshi Soal Tahun 2019 Mendatang: Seram Banget Sih! appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2CGIn2L

Tiup Terompet di Tahun Baru Bisa Bikin Kanker Mulut?


Radea Hafidh

MALANGTODAY.NET – Terompet adalah salah satu properti wajib yang selalu ada di setiap malam perayaan tahun baru. Pada saat yang bersamaan pula, kerap beredar isu yang menyebutkan beberapa penyakit berbahaya seperti kanker mulut, hepatitis, HIV, hingga TBC ditularkan melalui terompet.

Dilansir dari Tempo.co, Minggu (30/12/2018), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Ari Fahrial Syam, menyebutkan bahwa kabar tersebut tidak benar adanya. Dalam kacamata medis virus yang menyebabkan kanker mulut hanya bisa menular melalui mulut dan aktivitas seksual seperti oral seks misalnya.

Adapun penggunaan alat-alat seperti alat makan, sedotan, dan terompet tahun baru dikatakan tidak akan menyebabkan penularan kanker. Pasalnya, kanker mulut disebabkan oleh virus Human Papilloma (HPV) yang hanya bisa ditularkan secara langsung, bukan melalui perantara.

“Betul memang penyebab dari kanker mulut disebabkan oleh virus yang kita namakan virus Human Papilloma (HPV) (…) Termasuk juga orang yang meniup terompet yang habis ditiup oleh orang yang terinfeksi virus ini tidak dapat tertular infeksi tersebut,” ujar Arie.

Mengenai kabar hoax yang rutin tersebar menjelang tahun baru, Arie menyebutkan bahwa orang awam sekalipun sudah bisa mencerna apakah isu tersebut hoax atau tidak. Umumnya, kebanyakan orang menilai berita itu tidak benar.

“Jika membaca informasi tersebut orang awam pun sebenarnya sudha bisa mengambil kesimpulan bahwa berita tersebut tidak benar,” ungkapnya.


Penulis : Radea Hafidh
Editor : Radea Hafidh

The post Tiup Terompet di Tahun Baru Bisa Bikin Kanker Mulut? appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2Q8aDit

Perlintasan Tak Berpalang, Minibus Disambar Kereta Api di Sumberpucung


Dhimas Fikri

MALANGTODAY.NET – Mobil Isuzu Elf dengan nopol S 7696 W yang dikemudikan Agus Apriyanto (28) ringsek cukup parah usai dihantam kereta api (KA) Malioboro Ekspres jurusan Yogyakarta – Malang.

Peristiwa itu terjadi di perlintasan KA tanpa palang pintu di KM 77 + 8/9 Jalan Bangsa, Dusun Krajan, Desa Jatiguwi, Sumberpucung, Sabtu (29/12/2018) petang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat mobil yang dikemudikan Agus melaju dari arah Utara menuju Selatan. Agus sempat diingatkan oleh warga sekitar perlintasan bahwa akan ada KA yang melintas.

Namun, warga Desa/Kecamatan Sumberpucung tersebut tetap nekat melintas. Tidak berselang lama dari arah Barat dengan cepat melaju KA Malioboro Ekspres yang langsung menyambar bagian depan mobil Agus.

Kerasnya hantaman tersebut membuat mobil milik Agus sempat beberapa meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa dan nyawa Agus selamat dalam peristiwa itu.

“Pengemudinya hanya mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit. Mobil Elf tersebut juga kosongan tanpa penumpang,” kata Kanit Reskrim Polsek Sumberpucung, Ipda Zaenal Arifin, Minggu (30/12/2018).

Agus menderita luka di bagian kepala serta lebam di tangan kanannya. Warga yang menolong kemudian membawa Agus ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.


Reporter : Dhimas Fikri
Editor : Radea Hafidh

The post Perlintasan Tak Berpalang, Minibus Disambar Kereta Api di Sumberpucung appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2TlGBd5