Hantu Ini Gagal Takuti Pengunjung

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tidak Sopan Usir Pengamen, Pelanggan Ini Marahi Pemilik Warung

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

MALANGTODAY.NET – Di Kota Malang terdapat sebuah pemakaman umum yang terkenal sangat angker yaitu Makam Pepen. letaknya di Jalan Raya Malang – Kepanjen. Makam tersebut sudah ada sejak jaman dahulu, konon tiap tahunnya sering memakan tumbal, bahkan jalan yang berada di depan makam tersebut sering terjadi kecelakan mistis.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, January 30, 2019

Cek GPS Terancam Penjara, Begini Reaksi Para Driver Ojol


Endra Kurniawan

MALANGTODAY.NET – Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan akan menindak para driver ojek online (ojol) yang melihat Global Positioning System (GPS) saat melakukan perjalanan. Hal ini akan diterapkan lantaran dianggap merupakan pelanggaran terhadap UU LLAJ. Keputusan MK ini pun menui beragam reaksi dari para driver.

Beberapa driver menyatakan bahwa mereka tidak setuju akan penerapan aturan ini. Pasalnya pekerjaan mereka sangat erat kaitannya dengan HP dan GPS.

“Kita ini kerjanya berdampingan dengan handphone, harus melihat map lah. Kalau mau melihat, dari mana lagi selain dari HP?” ujar salah satu anggota Himpunan Driver Bandung Raya (HDBR), Restu Langit dilansir dari Detik.com (31/1/2019).

Restu menyatakan penolakan atas aturan tersebut. Ia dan para driver lainnya yang kontra akan aturan tersebut bukan tidak mungkin akan melakukan aksi demo.

“Ya dong pasti (menolak) mungkin akan melakukan aksi kalau dilaksanakan,” tegasnya.

Sebaliknya, ada juga driver yang setuju atas peraturan tersebut. Seperti driver taksi online satu ini, Tezar Dwi Aryanto, ia mendukung diterapkannya peraturan ini. Menurutnya, aturan ini memiliki maksud baik yaitu untuk melindungi driver dari bahaya.

“Setuju sekali, karena kalau tidak dilakukan penindakan, banyak sekali di jalan orang yang seenaknya saja bermain HP saat berkendara. Terkadang ditegur baik-baik malah nggak terima,” ungkapnya.

Disisi lain, ia juga setuju dengan pernyataan bahwa driver transportasi online memang tak bisa lepas dari HP dan GPS. Namun, ia mengaku telah memiliki trik tersendiri untuk mengatasinya.

“Kalau saya menggunakan GPS dengan memakai trik agar tidak membahayakan saya dan pengendara lainnya yaitu dengan cara saat mau jalan dan saat berhenti di lampu merah atau lebih baik berhenti sebentar untuk memastikan rute yang dituju jika kita belum paham jalan tujuan,” terangnya.

Seperti diketahui, aturan ini bermula dari pengajuan gugatan Toyota Soluna Community (TSC tentang Pasal 106 ayat 1 UU LLAJ. Pasal tersebut menyatakan bahwa Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Jika melanggar maka akan dikenai sanksi denda Rp 750 ribu atau hukuman penjara maksimal 3 bulan. (AL)

The post Cek GPS Terancam Penjara, Begini Reaksi Para Driver Ojol appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2CZRXNo

Terlibat Pembunuhan Jurnalis, Pangeran Arab Saudi Selamatkan Negara dari Korupsi!


Radea Hafidh

MALANGTODAY.NET – Korupsi menjadi bahaya laten di setiap negara di berbagai belahan dunia. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang menegakkan pemberantasan korupsi melalui instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun apa yang dilakukan oleh Arab Saudi mungkin bisa menjadi contoh keberhasilan pemberantasan korupsi.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (31/1/2019), Arab Saudi berhasil menyelamatkan harta negara sebesar 400 miliar riyal atau setara dengan Rp 1.497,6 triliun. Jumlah tersebut dalam bentuk uang tunai, properti, dan aset lainnya. Nilai sebesar itu dihimpun dari pangeran senior, menteri, dan pengusaha yang terkait korupsi.

Kebijakan ini pertama kali digagas oleh Pangeran Muhammad bin Salman sejak November 2017 lalu. Sebanyak 381 elit politik dan ekonomi terlbat dalam korupsi. Dari jumlah tersebut, 87 orang mengakui sebagai tersangka. Hal ini selaras dengan janji Raja Salman dalam menanggulangi korupsi di Negeri Petrodollar itu.

“Memberdayakan penegakan hukum dan bada negara terkait lainnya sehingga mereka dapat secara efektif mempraktikkan peran dalam menjaga uang rakyat,” tutr Raja Salman.

Kebijakan tersebut menangkap tersangka kasus korupsi dan ditahan di Hotel Ritz-Carlton di Riyadh selama tiga bulan. Mereka diminta untuk segera menukarkan aset agar bisa keluar dari penahanan. Beberapa tersangka yang ditahan adalah investor terkenal Saudi, Pangeran Al-Waleed bin Talal dan Kepala Garda Nasional, Pangeran Mutaib al-Saud.

Meski masih terlibat dalam kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, gagasan pemberantasan korupsi yang dicetuskan oleh Muhammad bin Salman mendapatkan pujian dari publik. Terlebih situasi negara menjelang KTT Investasi Internasional perdana di Riyadh akan dipermudah dalam upaya mempercepat penarikan investasi asing. (sig)

The post Terlibat Pembunuhan Jurnalis, Pangeran Arab Saudi Selamatkan Negara dari Korupsi! appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2ScbDqV

Negara Terkaya di Afrika, Mengapa Swaziland Jadi Negara Merana?


Radea Hafidh

MALANGTODAY.NET – Sebelumnya, data dari Transaprency International Indonesia (TII) menunjukkan bahwa tingkat korupsi pejabat publik di Indonesia setara dengan Swaziland. Negara tersebut sendiri dicap sebagai negara paling merana di dunia. Lalu pertanyaannya, seberapa merana Swaziland? Berikut ulasannya sebagaimana dirangkum dari Tirto.id.

Swaziland ternyata masuk dalam jajaran negara makmur di Benua Afrika. Negara yang kini bernama eSwatini ini pada 2016 mencatatkan PDB sebesar US$3.727 miliar. Pendapatan per kapita mencapai angka US$2.775,15 dengan keseimbangan kemampuan belanja mencapai US$9.800 per kapita. Selain itu, Raja Swaziland bernama Mswati III menjadi pemimpin terkaya ke-17 di dunia versi Forbes. Kekayaan bersihnya berkisar US$ 50 juta dan aset mencapai US$140 juta dolar.

Kekayaan luar biasa ini berimbas pada gaya hidup keluarga kerajaan. Setidaknya setahun sekali, Raja Mswati III yang memiliki 15 istri itu mengirimkan istri-istri mereka ke Amerika Serikat (AS) untuk berbelanja sepuasnya. Siapapun yang mengusik gemerlap kehidupan keluarga raja akan dihadapkan pada pengadilan dengan tuduhan meresahkan masyarakat.

Lalu, di mana letak ketimpangannya?

Pertama, pendapatan rata-rata penduduk menyentuh angka kurang dari US$1,25. Hal itu juga ditambah dengan angka pengangguran di negara itu yang menyentuh 34 persen dari jumlah populasi penduduk pada tahun 2014.

Dalam segi kesehatan, Swaziland Health HIV/AIDS and TB Project pada yahun 2014 menghimpun data bahwa negara ini mencatatkan kecepatan infeksi HIV/AIDS tertinggi di dunia. Sekitar 39 persen orang dewasa di negara ini sudah terinfeksi.

Adapun soal gizi, data Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2016 lalu menyebut satu dari tiga orang mengalami kekurangan gizi. Imbasnya dari semua itu, Swaziland pada 2016 dinobatkan sebagai negara dengan usia harapan hidup terendah (peringkat 221 dari 224 negara) di angka 51,6 tahun.

Kesimpulannya, tirani raja dan gaya hidup keluarganya telah membunuh rakyat. Benarkah Indonesia seperti itu? (sig)

The post Negara Terkaya di Afrika, Mengapa Swaziland Jadi Negara Merana? appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2G0AHLz

Pengalaman Tertipu Belanja Online, Ridwan Kamil Setuju Hakornas Digelar di Bandung


Endra Kurniawan

MALANGTODAY.NET – Bandung dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Konsumen Naisonal (Hakornas) 2019. Hal ini langsung disambut baik oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pasalnya ia sendiri pernah merasakan menjadi korban penipuan belanja online.

Kang Emil, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa dirinya pernah dua kali tertipu. Pertama karena barang sudah ia lunasi namun tak sampai di tangannya.

“Tapi saya korban juga beli online tapi barang enggak diantar. Saya bingung ngadu ke siapa. Ini contoh selevel gubernur aja sebagai konsumen pernah mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan,” ujar Kang Emil dilansir dari Suara.com (31/1/2019).

Kemudian pengalaman tertipu yang kedua yakni ketika bentuk fisik barang tidak sesuai dengan yang ada di gambar.

“Ada batik bentuknya lingkaran di tengah pas sampai di saya lingkarannya ngesot. Akhirnya enggak bisa dipakai karena janji lingkaran sempurna tapi pas dipakai tinggi sebelah,” ungkapnya.

Kemudian Kang Emil juga menyatakan bahwa Bandung termasuk Jawa Barat bisa dikatakan sudah mewakili konsumen Indonesia. Hal ini karena penduduk Jawa Barat sudah memenuhi seperlima dari total penduduk Indonesia.

“Jawa Barat juga mewakili konsumen terbesar karena penduduknya 50 juta jiwa. Artinya, 20 persen Indonesia kira-kira, seperlimanya Indonesia itu ada di Jawa Barat,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sudah memutuskan bahwa Hakornas akan diadakan di Bandung. Maskot dan logo untuk tahun ini juga sudah dirilis dengan menonjolkan tema-tema khas Jawa Barat.

“Kita akan segera meluncurkan kegiatan Hari Konsumen Nasional, yang akan diselenggarakan di Bandung dengan logo dan maskot yang ada khas Jawa Baratnya juga. Jadi ada kearifan dan kekayaan lokal juga yang ditonjolkan,” tutur Enggar dilansir dari Detik.com (30/1/2019).

Sebagaimana diketahui, Hakornas adalah bentuk lain dari upaya perlindungan dan peningkatan indeks keberdayaan konsumen. (AL)

 

The post Pengalaman Tertipu Belanja Online, Ridwan Kamil Setuju Hakornas Digelar di Bandung appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2UvTbHe

Dua Hari Perjalanan Mali-Malang, Konate Diberi Waktu Untuk Memulihkan Fisik


Andika Kurniawan

MALANGTODAY.NET – Akhirnya sang gelandang serang andalan squad Arema FC, Makan Konate, sudah kembali terlihat dalam aktivitas Arema FC. Sebelumnya, ia meminta izin kepada manajemen untuk terlambat bergabung dalam pramusim Liga 1 2019 dikarenakan harus menjadi wali nikah adiknya.

Pemain asal Mali ini baru tiba dari negaranya setelah menempuh dua hari perjalanan. Jarak yang jauh serta tidak ada penerbangan langsung, membuat Makan Konate harus transit di beberapa negara. Dari Bamako menuju Addi Ababa, kemudian ke Bangkok lalu Jakarta, dan terakhir di Malang.

Konate berangkat dari Mali sejak Senin (28/1/2019) lalu, kemudian ia tiba di Jakarta Selasa (29/1/2019) malam, dan akhirnya tiba di Malang pada Rabu (30/1/2019) kemarin. Setibanya di Malang, iapun langsung bergabung dalam latihan Arema FC. Pemain asal Mali itu telah berlatih bersama Hamka Hamzah dkk di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (30/1/2019) sore.

Makan Konate pun terlihat disambut meriah oleh para pemain Arema. Tepuk tangan selamat datang dari pemain diberikan pada pemain kesayangan Aremania ini.

“Selamat datang kembali untuk Konate,” ujar Hamka Hamzah sebelum memulai latihan.

Konate pun sudah mengikuti latihan games, meskipun mendapatkan pesan dari tim medis untuk tidak terlalu memforsir tenaganya yang baru saja melakoni perjalanan jauh.

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija pun mengatakan tidak ingin memforsir Makan Konate terlebih dahulu. Dia akan diberi kesempatan untuk memulihkan kondisi pasca perjalanan jauhnya kembali ke Indonesia.

Rencananya, Milo akan tempatkan Konate di lini tengah bersama pemain asing baru Arema, Pavel Smolyachenko. Kedua pemain ini diharapkan dapat menjadi motor serangan Singo Edan kala bertandang ke markas Persita Minggu (3/2/2019) mendatang.

“Mereka berdua akan dikombinasikan dengan menggunakan kualitas yang dimiliki oleh kedua pemain itu,” jelas Milo beberapa waktu lalu. (FAJ/AL)

The post Dua Hari Perjalanan Mali-Malang, Konate Diberi Waktu Untuk Memulihkan Fisik appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2CYypss

Kota Malang Menuju Tahun 2020, Wawali Dorong Munculnya Inovasi


Radea Hafidh

MALANGTODAY.NET – Akan dibawa ke mana Kota Malang pada Tahun 2020 mendatang? Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mendorong kepada Operasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan inovasi-inovasi yang mampu menyejahterakan rakyat.

“Inovasi menjadi penting, dengan adanya ini akan muncul spirit pembaruan, spirit kecepatan, spirit ketepatan, kemudahan, dan murah,” ujarnya saat membuka acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Malang di Hotel Aria Gajayana Malang, Kamis (31/1/2019).

Lebih lanjut, dia mengutip apa yang sering disampaikan Wali Kota Malang, H. Sutiaji bahwa satu OPD, satu inovasi. Maka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) pun diperbolehkan membuat inovasi.

“Apakah di bidang kemiskinan, kepemudaan, pemberdayaan perempuan, dan pelayanan publik,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bung Edi ini pun mengarahkan bahwa inovasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan, tetapi juga berkaitan dengan kebiasan-kebiasaan atau budaya di masyarakat.

“Kemarin, saya acara di Surabaya bersama Bapak gubernur, bahwa Papua mendapat penghargaan inovasi sehubungan dengan pengurangan minuman beralkohol,” jelasnya.

Untuk itu, secara garis besar bahwa para ASN memunyai ruang yang sama untuk berinovasi. “Dan itu menjadi bagian dari kinerja kita di OPD masing-masing,” jelasnya lebih lanjut.

Dengan inovasi-inovasi yang ada, nantinya dapat memudahkan masyarakat dalam hal pelayanan, sehingga kehidupan masyarakat semakin baik. Goal akhir dari pembangunan adalah terwujudnya percepatan-percepatan masyarakat yang lebih sejahterah.

Sebab itu, dia berharap perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang bekerja semaksimal mungkin. “Dengan berkegiatan pro kepada rakyat, ini harus tertuang di RKPD ini,” pungkasnya. (BAS/sig)

The post Kota Malang Menuju Tahun 2020, Wawali Dorong Munculnya Inovasi appeared first on MalangTODAY.

http://bit.ly/2RX6Ry2