
MALANGTODAY.NET – Anggota Komisi X DPR RI, Ir. H.M Ridwan Hisjam menekankan, pemerintah harus memotivasi para pemuda untuk membangun usaha secara mandiri. Dengan begitu, kesiapan pemuda dalam menghadapi bonus demografi yang diprediksi berlangsung sejak 2020 sampai 2030 mendatang akan dapat berjalan mulus.
“Apabila tidak memiliki kesiapan, maka bonus demografi ini akan menjadi bencana bagi Indonesia,” katanya dalam program Today’s Dialouge bersama MalangTODAY.net beberapa menit lalu.
Menurutnya, saat ini pemerintah sudah mulai mempersiapkan diri dengan sangat maksimal. Tapi meski begitu, branding dan penguatan diri bagi masyarakat Indonesia harus lebih dimatangkan. Salah satunya dengan menasionalkan produk kreatif hasil karya pemuda bangsa.
Ekonomi kreatif yang sudah masuk dalam program pemerintah melalui Bekraf, menurutnya saat ini memang terus berjalan dan memang belum maksimal. Dari 16 subsektor, masih belum separo yang berhasil dirangkul pemerintah. Namun, seiring berjalannya waktu, melalui berbagai program yang digelontorkan, ia optimis ekonomi kreatif akan dapat mendunia.
“Seperti contoh Kota Malang yang kemarin menjadi tuan rumah dalam ekonomi kreatif, dan sebelumnya Banding, tahun depan akan berlangsung di daerah lain,” paparnya.
Sehingga, lanjut Ridwan, dalam beberapa waktu ke depan, pemuda Indonesia bakal menjasi individu yang lebih mandiri, dan tidak akan tergantung dengan perusahaan.
Sementara untuk MEA, menurutnya memang sudah tidak dapat dielakkan. Karena langkah yang diambil tersebut pada mulanya memang bertujuan untuk meningkatkan bentuk kerjasama. Jadi MEA memang harus tetap dihadapi oleh para pemuda Indonesia. Tapi tetap harus waspada, karena dengan total penduduknya yang besar, Indonesia menjadi sasaran empuk sebagai lahan konsumsi.
“Jadi indonesia jangan mau kalah, dengan hanya membeli. Tenaga kerja Indonesia jangan hanya sekedar sebagai pekerja rumahan,” paparnya.
The post Tanpa Persiapan Matang, Bonus Demografi Bakal Jadi Musibah appeared first on MalangTODAY.
http://ift.tt/2inYA44





0 comments:
Post a Comment