
MALANGTODAY.NET – Peta politik jelang Pilwali Kota Malang 2018 sudah mulai memanas. Masing-masing parpol pun sudah menghimpun puing-puing dukungan untuk mensukseskan calonnya memenangkan pesta demokrasi itu.
Baru-baru ini, beberapa partai pun secara terang-terangan menyatakan diri saling berkoalisi dihadapan publik. Seperti Hanura, PAN, dan PPP yang sudah mantap menyatakan diri menjadi paratai pengusung dengan membawa Yaqud Ananda Gudban sebagai calon Walikota Malang.
Tak hanya itu, PKB pun dikabarkan sudah berkomitmen dengan PKS untuk mengusung petahana, M. Anton. Meskipun kedua poros tersebut belum melakukan deklarasi secara resmi, namun masing-masing sudah mengumbar kebersamaan. Selain itu, keduanya pun semakin aktif mencari dukungan baru.
Bahkan hari ini, Jumat (2/12), Ketua DPC PKB Kota Malang, M. Anton dan Ketua DPC Hanura Kota Malang, Yaqud Ananda Gudban pun secara bergantian melakukan komunikasi politik dengan ketua DPW Nasdem Jatim yang juga menjabat sebagai Bupati Malang, Rendra Kresna. Pertemuan berlangsung di rumah dinas Bupati Malang yang berada di kawasan Pendopo Agung Malang.
Usai melakukan pertemuan, Ketua DPC PKB Kota Malang, M. Anton menyampaikan jika kedatangannya tersebut adalah untuk menarik dukungan Nasdem dalam Pilwali tahun depan. Meski baru pertama melakukan pertemuan, dia pun berharap dukungan Nasdem akan dilabuhkan ke PKB.
“Tadi setelah bertemu menyampaikan jika Nasdem siap memberi dukungan kepada PKB,” ujar Anton pada wartawan.
Tujuan dari pertemuan itu, lanjutnya, adalah rekomendasi dari DPP untuk mendukung PKB. Anton pun tak menampik adanya kemungkinan koalisi bersama dengan Nasdem sebagaimana yang sudah dilakukan PKB dan PKS.
Dia pun optimis, masih akan ada partai lain yang akan memberi dukungan terhadapnya. Karena selama beberapa kali, komunikasi politik dengan banyak partai juga dilakukan oleh PKB. Diantaranya dengan Demokrat, Golkar, hingga PDIP.
“Jadi masih ada kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai manapun,” jelas pria yang akrab disapa Abah Anton itu.
Sementara itu, Ketua DPC Hanura Kota Malang, Yaqud Ananda Gudban yang juga melakukan komunikasi politik dengan Nasdem menyampaikan jika secara pribadi atau pun partai, hubungannya dengan Nasdem sudah terjalin dengan baik. Jauh sebelum resmi berkoalisi dengan PAN dan PPP, menurutnya ia juga membawa nama Hanura untuk berkomunikasi politik dengan ketua DPW Nasdem Jatim, Rendra Kresna.
“Saya sudah dua kali ini komunikasi politik dengan pak Rendra terkait Pilwali 2018. Sebelumnya juga sudah berhubungan baik, jadi bukan secara tiba-tiba,” terang Nanda.
Lebih lanjut perempuan berhijab ini menyampaikan, setelah resmi berkoalisi dengan PAN dan PPP, maka persyaratannya untuk dapat maju mencalonkan diri sebagai calon Walikota Malang sudah terpenuhi. Namun dia tetap memilih untuk tetap menjalin komunikasi baik dengan Nasdem.
“Jadi saya nggak datang hanya sebatas pas butuh saja. Kursi saya setelah berkoalisi dengan PPP dan PAN sudah memenuhi, dan saya tetap menjalin komunikasi dengan Nasdem,” jelasnya lagi.
Secara pribadi, menurutnya Rendra kresna menyampaikan akan memberi dukungan kepada dirinya. Sedangkan jika berbicara tentang dukungan dari partai, masih harus ada beberapa skema dan prosedur yang harus dilewati.
Menanggapi pertemuan tersebut, Ketua DPW Nasdem Jatim, Rendra Kresna mengatakan, hubungan baik telah terjalin sejak lama antara dirinya dengan M. Anton, Sutiaji, ataupun Nanda. Kedekatan mereka terjalin sejaka lama karena memang mereka terlibat sebagai aktivis.
Namun dia menegaskan, dukungan dari Nasdem tidak dapat ditentukan oleh dirinya secara pribadi. Melainkan harus melalui prosedur yang telah ditetapkan oleh partai. Setelah melihat peta politik yang ada, dan juga sepak terjang para calon, menurutnya hasil survei secara objektif akan dikirim ke DPP Nasdem.
“Hasil survei itu yang menentukan siapa yang pantas mendapat dukungan dari kami,” jelas Rendra.(pit/zuk)
The post Abah Anton dan Nanda Berebut Dukungan, Kemana Nasdem Berlabuh? appeared first on MalangTODAY.
http://ift.tt/2zVBScQ





0 comments:
Post a Comment