Wednesday, February 7, 2018

Penjual Jas Hujan Keluhkan Penurunan Omset di Musim Penghujan


Choirul Anwar

MALANGTODAY.NET– Memasuki minggu pertama pada bulan Februari, cuaca kota Malang hingga saat ini masih belum dapat diprediksi. Walaupun intensitas turunnya hujan mulai berkurang, namun masyarakat tetap memegang erat perhitungan dua musim yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun.

Hal ini tentu saja membuat masyarakat sering gerah dengan tertundanya maupun mendapatkan halangan saat hujan mulai turun. Maka dari itu, jas hujan akan benar-benar berfungsi disaat keadaan genting jika hujan sudah mengguyur.

Baca juga: Pelawak Asal Jawa Timur Cak Yudo dan Cak Percil Ditangkap Pemerintah Hong Kong

“Namun penjual mantel atau jas hujan mulai jarang terlihat di bahu jalan. Entah karena apa, padahal biasanya sangat membantu sekali dengan adanya mantel plastik,” ungkap Usman salah satu pengendara motor di kawasan Jalan Galunggung.

Ia menambahkan bahwa walaupun sebenarnya dia memiliki mantel atau jas hujan yang tebal, namun ia keseringan lupa membawanya sehingga lebih memilih membeli yang berbahan plastik.

Namun hal tersebut ditanggapi secara kontradiksi oleh Budi Dharmawan yang merupakan penjual mantel atau jas hujan dikawasan Jalan Raya Langsep. “Hujan sudah mulai jarang turun dan tidak seperti bulan september yang lalu. Tentu saja kami berfikir dua kali untuk menjual di bahu jalan raya seperti biasanya,” ujarnya.

Baca juga: Mengunjungi Seramnya Hutan Bunuh Diri Aokigahara

Dari pernyataan itulah Budi akhirnya memilih menjual jas hujannya di sekitaran rumahnya. Budi membenarkan bahwa jas hujan berbahan plastik memang sering lebih laku dibandingkan dengan yang berbahan tebal karena memiliki harga yang ramah.

“Tapi bagaimana lagi, tempat kulakan saya juga sering tutup dan jarang terlihat agak sepi pembeli. Mungkin faktor hujan yang juga mulai jarang turun,” ungkap budi sapaan akrabnya.

The post Penjual Jas Hujan Keluhkan Penurunan Omset di Musim Penghujan appeared first on MalangTODAY.

http://ift.tt/2FVnFLi

0 comments:

Post a Comment