
MALANGTODAY.NET – Kepala SMKN 1 Surabaya, Bh diduga melakukan kekerasan fisik mulai dari menampar hingga menjambak tiga pelajar. RA (16), siswa berkebutuhan khusus (inklusi) di sekolah menjadi salah satunya. Bahkan Insiden ini terjadi saat ujian berlangsung.
Pukulan yang mengarah ke pipi kanan dan kepala itu membuat kacamata RA juga terlepas. Korban pun mengadu ke orangtuanya. Kedua orangtua RA pun langsung mendatangi SMKN 1 Surabaya.
Baca Juga: The Jakmania Tewas, Pentolan Bonek: Bekukan Saja Sepakbola di Sini!
Kejadian bermula saat Ujian Tengah Semester (UTS)
RA dan sejumlah siswa lain mengikuti UTS pada jam pertama sekitar pukul 08.00 WIB, Rabu (26/9/2018). Guru yang menjaga jalannya UTS mempersilakan siswa yang selesai mengerjakan soal untuk menunggu di luar sembari menunggu ujian pada jam kedua.
Kebetulan RA dan temannya, MZ (16) sudah selesai mengerjakan ujian. Mereka pun ke luar kelas. Kepala yang mengontrol jalannya UTS kemudian mendatangi RA. Dia kemudian membentak bocah tersebut.
Kepala sekolah lalu mengecek hasil ujian para siswa. Setelah itu, masih menurut Budi, kepala sekolah menemukan beberapa soal RA yang belum dijawab. Karena alasan itu, kepala sekolah menampar RA.
“Padahal (RA) itu keluar diperintah gurunya, tapi di luar malah dimarahi kepala sekolahnya tanpa alasan yang jelas. Anak saya ditampar, sampai kacamatanya terjatuh,” kata Budi, Rabu (26/9/2018).
Budi tak terima dengan perlakuan kepala sekolah
Apalagi, RA merupakan anak berkebutuhan khusus dan saat ini korban mengalami trauma akibat kekerasan tersebut.
“Anak saya itu inklusi, akibatnya sekarang dia mengalami trauma,” jelasnya.
Budi pun meminta agar kepala sekolah mundur diri dari jabatannya. Permintaan itu dilakukan agar siswa lain di SMKN 1 Surabaya tidak mendapat perlakuan serupa.
“Saya minta kepala sekolah untuk mundur. Saya kasihan anak-anak lain, karena enggak pantas (berbuat kasar),” ucap pinta Budi.
MZ juga mengaku mendapat perlakuan kasar
Baca Juga: Kenapa Orang Bali Bernama Made, Wayan, Ketut? Ini Alasannya
Padahal, MZ yang saat kejadian bersama RA berusaha menjelaskan kepada kepala sekolah bahwa RA merupakan anak inklusi.
“Saya mau coba jelaskan, tapi saat mau salaman tangan saya ditangkis. Ada temen satu lagi yang dijambak,” kata MZ.
Saat hendak dikonfirmasi kepala sekolah berinisial Bh tidak terlihat di dalam sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Surabaya, Asslamet mengaku bahwa atasannya sedang mengikuti rapat di luar sekolah.
“Sudah saya WhatsApp, terakhir beliau rapat di luar,” katanya.
Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa
The post Baru Keluar Kelas, Siswa Inklusi di Surabaya di Tampar Kepala Sekolah appeared first on MalangTODAY.
https://ift.tt/2xTknWN





0 comments:
Post a Comment